Kamis, 08 Desember 2016

BUNGKER KALIADEM
Beberapa waktu yang lalu aku dan teman-temanku, yaitu salsa dan umi jalan-jalan ke bungker kaliadem. Tempatnya dekat dengan rumah mbah maridjan, hanya berjarak beberapa meter saja, tidak ada satu kilo. Untuk sampai ke bungker kaliadem, butuh waktu yang tidak sebentar. Kami pergi kesana naik sepeda motor. awalnya jalannya mulus walaupun nanjak, tapi setelah hampir sampai ke lokasi jalannya jelek dan rusak. saat memasuki kawasan wisata, kami harus memarkirkan motor kami. setelah itu, banyak orang yang menawarkan ojek untuk sampai ke tempat mbah maridjan. awalnya kami pingin naik motor sendiri, tapi tidak boleh karena harus pakai pemandu, dan kalau pakai pemandu berarti harus bayar. oleh karena itu, kami lalu memutuskan untuk berjalan kaki sampai ke rumah mbah maridjan. kata Umi jarak dari tempat parkir ke rumah mbah maridjan dekat, makanya kami percaya aja dan memutuskan untuk jalan kaki. tapi ternyata Astagfirullah........jauhh bangetttt......udah gitu jalannya nanjak tinggi banget. setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan, akhirnya sampailah kami ke rumah mbah maridjan. disana ramai pengunjung, walaupun rumahnya udah nggak utuh dan cuma ada sisa-sisa runtuhannya aja. setelah itu kami foto-foto. puas di rumah mbah maridjan, kami lalu mencari dimana letak bungker kaliadem. awalnya kami bingung karena itu pertama kalinya kami kesana dan nggak ada pemandu. lalu kami melihat ada orang-orang yang turun ke arah sungai dan kami mengikuti mereka. sungai yang kami lalui, udah nggak berbentuk sungai lagi karena sudah rata dengan daratan. lalu kami naik ke tanah yang lebih tinggi dan kami terus berjalan, sampai akhirnya kami menemukan bungker kaliadem.
beruntungnya kami karena waktu mau masuk bungker banyak rombongannya, jadi nggak begitu serem. di dalam bungker suasananya sangat gelap dan butuh senter. kami hanya sebentar di dalam bungker karena rombongan lain pada keluar dan kami bertiga takut kalau di dalam sendirian. setelah keluar, kami foto-foto disana. sebenarnya kami masih ingin foto-foto, tapi sayangnya cuaca tidak mendukung. lalu kami memutuskan untuk turun. ditengah perjalanan turun, hujannya sangat lebat dan kami pun berlari. sampai di parkiran, kami berteduh di musholla sambil menunggu waktu ashar. setelah hujan reda kami lalu pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar