Minggu, 20 November 2016
REMAJA BAU SURGA
Masa remaja merupakan masa yang paling menyenangkan dibandingkan dengan masa-masa yang lain, karena masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Banyak orang berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa pencarian jati diri. Banyak hal yang dilakukan para remaja mulai dari hal baik sampai buruk.
Hal baik contohnya mulai rajin sholat, karena mereka tahu bahwa saat mereka dewasa berarti mereka sudah baligh dan wajib untuk melaksanakan sholat. Hal buruk contohnya mulai mencoba rokok, minum minuman keras, dan sebagainya.
Bekal iman sangat diperlukan pada masa ini, agar para remaja tidak terjerumus kedalam hal-hal yang buruk. Karena jika saat remaja mereka sudah melakukan hal buruk, bisa jadi kedepannya nanti mereka akan melakukan hal yang lebih buruk lagi.
kali ini say akan memberikan beberapa tips untuk menjadi remaja bau surga .
1. Sholat 5 waktu
karena sholat merupakan kewajiban dan kebutuhan bagi kita, maka akan sangat rugi jika meninggalkan sholat. Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa apabila sholat kita baik, maka amalan yang lain ikut baik.
2. Menyayangi Kedua Orang Tua
Orang tua wajib kita sayangi dan hormati karena orang tua mendidik, membesarkan, dan menyayangi kita dari kecil sampai sekarang. Selain itu, orang tua adalah orang yang membiayai sekolah kita, kebutuhan hidup kita, memberi kita uang saku, dll. Jika kita durhaka kepada orang tua, maka adzabnya akan sangat besar. Ridho Allah adalah ridho orang tua dan murka Allah adalah murka orang tua.
3. Banyak Sedekah
kalau kita banyak sedekah, maka kita akan mendapat banyak berkah. Tapi sedeahnya harus ikhlas, jangan dipamer-pamerkan. Sedekah tidak harus menggunakan harta benda, tersenyumpun itu sudah termasuk sedekah.
4. Berteman dengan anak sholeh atau sholeha
teman dapat mempengaruhi kepribadian seseorang. Jika temannya baik, maka kita akan ikut baik, tapi jika temannya buruk maka akan menjadi buruk juga, kecuali orang yang bisa membentengi dirinya sendiri. oleh karena itu kita harus pandai untuk memilih siapa teman kita.
Selain beberapa contoh diatas, masih banyak cara agar kita bisa menjadi remaja bau surga seperti : Banyak membaca Al-Qur'an, jujur, berbuat baik kepada sesama, tidak menggunjing, dan masih banyak lagi.
Minggu, 13 November 2016
ada seorang anak yang merupakan anggota baru dari sebuah komunitas. anak tersebut bisa masuk ke komunitas itu karena didaftarkan orangtuanya. sebenarnya anak tersebut tidak mau ikut komunitas itu, tapi orangtuanya sudah telanjur mendaftarkan dirinya. dengan berat hati, anak tersebut mengikuti kegiatan komunitas itu. karena dia melakukannya dengan setengah hati, dia pun jarang ikut kegiatan komunitas itu, walaupun sudah diajak. dia juga pernah bertekad untuk tidak berteman terlalu dekat dengan anak-anak di komunitas itu karena sebelumnya anak itu terpisah dari teman-temannya karena sebuah alasan. walaupun demikian, lama kelamaan anak tersebut juga merasa senang berteman dengan anak-anak di komunitas itu.
tapi karena dari awal anak itu sudah bertekad untuk tidak berteman terlalu dekat, maka dia pun sampai sekarang tidak dekat dengan satupun anak di komunitas itu, dia juga tidak selalu menghadiri acara komunitasnya itu.
sebenarnya anak itu merasa tidak enak hati dengan teman-temanya yang berada dadalm komunitas tersebut. lalu apa yang seharusnya dilakukan anat itu ?
Ayat Al-Qur'an Tentang Menyelesaikan Perselisihan
QS. AN-NAHL : 126
“Dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan Balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. akan tetapi jika kamu bersabar, Sesungguhnya Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar”.
Asbabun Nuzul :
Sesuai riwayat Ahmad dan At-Tirmidzi dari Ubay bin Ka‟ab ayat ini turun berkenaan dengan gugurnya paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib Ra dalam perang Uhud dan dalam keadaan yang mengenaskan, hidung dan telinga beliau dipotong, perutnya dibelah, jantungnya diambil lalu dikunyah. Ketika Nabi melihat kesudahan yang sangat mengerikan itu, melihat jenazah Hamzah dicincang Beliau bersabda : Semoga Allah mencurahkan Rahmat kepadamu sesungguhnya engkau banyak melakukan kebajikan, serta selalu bersilahturahmi, kalau bukan karena kesedihan berpisah denganmu sungguh aku lebih senang bersamamu sampai di padang mahsyar bersama para arwah. Demi Allah kalau aku berhasil mengalahkan mereka, niscaya aku akan membalas keguguranmu dengan membunuh tujuh puluh orang diantara mereka, dalam riwayat lain dari Abu Hurairah :
Malaikat Jibril turun dengan membawa ayat-ayat di akhir surat An-Nahl 126.
Tafsir Ayat :
1. Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan kepada kaum Muslimin yang mewarisi perjuangan Nabi dalam menyebarkan Islam agar menjadikan pegangan sikap Rasulullah itu yaitu dengan tegas akan memukul siapa yang merintangi dakwahnya
2. Bahwa pada ayat ke 125 adalah pedoman dakwah dalam suasana damai, akan tetapi jika dakwah mendapat perlakuan yang kasar, sadis seperti para da‟I dibunuh atau disiksa, Islam menetapkan sikap tegas dengan tetap menjunjung tinggi kebenaran.
3. Dalam hal ini Allah menerangkan ada 2 jalan untuk menghadapi perlakuan yang kasar
a) Membalas dengan balasan yang seimbang
b) Menerima tindakan permusuhan dengan dilandasi hati yang sabat, dengan memaafkan kesalahan, jika sikap ini dapat memberi pengaruh yang lebih baik dalam berdakwah.
AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG PEMBINAAN PRIBADI DAN KELUARGA SERTA PEMBINAAN MASYARAKAT DAN UMUM
QS. An-Nisa: 9
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar”.
Asbabun Nuzul :
Diriwayatkan ketika Aus bin Ansari wafat, ia meninggalkan seorang istri yaitu Ummu Kushah dan 3 orang anak perempuan. Kemudian dua orang anak paman Aus yakni Suwaid dan Arfafah melarang memberikan bagian harta warisan itu kepada istri dan
55 Tafsir dan Ilmu Tafsir Kelas XII Jurusan Keagamaan Semester 1
ketiga anak perempuan Aus itu, sebab menurut adat Jahiliah anak-anak dan perempuan tidak mendapat warisan apapun karena tidak bisa menuntut balas (bila terjadi peperangan) kemudian istri Aus mengadu kepada Rasulullah SAW, lalu Rasul memanggil Suwaid dan Arfafah, keduanya menerangkan kepada Rasulullah anak-anaknya tidak dapat naik kuda, tidak sanggup memikul beban dan tidak bisa menghadapi musuh kami bekerja, mereka tidak berbuat apa-apa.
Tafsir QS. An-Nisa:9
Bahwa orang yang telah mendekati akhir hayatnya agar dia mau memikirkan, jangan sekali-kali meninggalkan anak-anak atau keluarga yang lemah-lemah terutama tentang kesejahteraan hidupnya di kemudian hari. Untuk itu dia agar menempuh usaha-usaha meningkatkan taqwa kepada Allah SWT, selalu bersikap dan berkata yang lembut, terutama kepada anak-anak yatim yang menjadi tanggung jawabnya. Supaya memperlakukan mereka seperti anak sendiri.
Langganan:
Komentar (Atom)

