tikablog
Kamis, 28 Desember 2017
MODUL Tugas Manusia Sebagai Hamba Allah dan Khalifah di Bumi
A. Kompetensi Inti
(KI1) : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
(KI2) : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
(KI3) : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
(KI4) : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar
Dengan mempelajari modul ini, anda dapat menjelaskan dan memahami ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai hamba Allah dan Khalifah di bumi pada Q.S Al-Mukminuun : 12-14 ; Q.S An-Nahl : 78 ; Q.S Al-Baqarah : 30-32 ; dan Q.S Adz-Dzaariyat : 56
C. Indikator
Setelah membaca kompetensi dasar, pada modul ini anda akan mendapatkan penjelasan dan pemahaman tentang :
1. Memahami kandungan Q.S Al-Mukminuun : 12-14
2. Memahami kandungan Q.S An-Nahl : 78
3. Memahami kandungan Q.S Al-Baqarah : 30-32
4. Memahami kandungan Q.S Adz-Dzaariyat : 56
5. Contoh Perilaku manusai yang mengamalkan dalil diatas
D. Materi Pokok
Dalam bab ini, kita akan mempelajari tentang manusia dan tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi memalui pemahaman tentang :
1. Kandungan Q.S Al-Mukminuun : 12-14
2. Kandungan Q.S An-Nahl : 78
3. Kandungan Q.S Al-Baqarah : 30-32
4. Kandungan Q.S Adz-Dzaariyat : 56
5. Contoh perilaku manusia yang mengamalkan dalil diatas.
E. Uraian Materi
Tahukah kamu bagaimana proses penciptaan manusia?
Ditinjau dari segi prosesnya, penciptaan manusia merupakan serangkaian proses yang sangat unik dan menakjubkan. Hal itu menunjukkan bahwa Allah Swt. adalah zat yang Maha Besar dan Maha Kuasa. Allah Swt. adalah zat yang Maha Pencipta. Dan tidak ada yang dapat menandingi cip- taan-Nya.
Sebagai makhluk paling mulia dan paling sempurna, manusia berbeda dengan makhluk Allah Swt. yang lain. Manusia mengemban misi atau tugas yang sudah dikehendaki oleh Allah Swt., sang Pencipta. Salah satu misi utamanya adalah dipilihnya manusia untuk menjadi khalifatullah fil-ardi. Untuk memahaminya lebih mendalam, marilah kita cermati beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan proses penciptaan manusia, proses manusia setelah dilahirkan, tugas dan tujuan manusia diciptakan.
Amati gambar dibawah ini, dan renungkanlah !
Lalu apakah kamu tahu tugas manusia di bumi seperti apa ?
Pernahkah kamu membaca ayat Al-Qur’an tentang tugas manusia di bumi ? Jika pernah, maka kamu sudah tahu apa tugas manusia di bumi. Tugas manusia di bumi yaitu sebagai hamba Allah dan khalifah sesuai dengan ayat yang akan kita pelajari di bawah ini.
1. Surat Al- Mukminun 12-14
Artinya : :Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan dag- ing. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. “ (QS. al-Mu’minun : 12-14)
Kandungan Ayat
QS. al-Mu’minun ini menerangkan tentang proses penciptaan manusia yang sangat unik.
Pada ayat 12 Menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari sari pati tanah
Pada ayat 13 Sari pati tanah berubah menjadi nuthfah (air mani Sperma/Ovum)
Pada ayat 14 Di dalam rahim seorang wanita, nuthfah ’alaqah (segumpal darah) mudghah (segumpal daging) Tulang-belulang yang terbungkus daging anak manusia. Perubahan tersebut terjadi setiap 40 hari sekali.
"Dari Anas bin Malik dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menugaskan satu Malaikat dalam rahim seseorang. Malaikat itu berkata, ‘Ya Rabb, (sekarang baru) sperma. Ya Rabb, segumpal darah!, Ya Rabb, segumpal daging! ‘ Maka apabila Allah berkehendak menetapkan ciptaan-Nya, Malaikat itu bertanya, ‘Apakah laki-laki atau wanita, celaka atau bahagia, bagaimana dengan rizki dan ajalnya? ‘ Maka ditetapkanlah ketentuan takdirnya selagi berada dalam perut ibunya.” (HR. Bukhari)
2. QS al-Nahl :78
Artinya : "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengeta- hui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur." ( QS. An-Nahl: 78)
Kandungan Ayat
Ayat ini masih erat hubungannya dengan Q.S Al-Mukminun ayat 12-14. Pada ayat ini, Allah Swt. menegaskan bahwa ketika seorang anak lahir ke dunia, mereka dalam keadaan tidak tahu apa- apa. Dengan kekuasaan dan kasih sayang-Nya, Allah Swt. membekalinya dengan atribut pelengkap yang nantinya dapat berfungsi untuk mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya tidak pernah diketahui. Atribut-atribut tersebut berupa tiga unsur penting dalam proses pembelajaran bagi manusia, yakni: pendengaran, penglihatan dan hati/akal pikiran.
Yang menarik untuk ditelaah, bahwa ternyata pendengaran adalah unsur penting yang pertama kali digunakan bagi orang yang belajar guna memahami segala sesuatu. Menurut sebuah teori penemuan modern, bayi yang masih dalam kandungan bisa menangkap pesan yang disampaikan dari luar dan ia sangat peka. Maka ada ahli yang menyarankan agar anak nantinya berkembang dengan kecerdasan tinggi dan kehalusan budi, hendaknya selama di dalam kandungan ia sering diperdengarkan musik klasik dan irama-irama yang lembut. Atau kalau dalam konteks Islam, hendaknya bayi dalam kandungan sering diperdengarkan ayat-ayat suci al-Qur’an, kalimah-kalimah tayyibah. Karena diyakini bahwa sang bayi dapat menangkap pesan menlalui pendengaran itu.
Dalam proses memahami dan mempelajari segala sesuatu, manusia menangkapnya dengan pendengaran, diperkuat dengan penglihatan dan akhirnya disimpan dalam hati sebagai ilmu pengetahuan.
Akhirnya setelah manusia menyadari bahwa dahulu ketika lahir tidak satupun yang bisa diketahui, kemudian atas kemurahan Allah Swt. yang telah memberikan pendengaran, penglihatan dan hati/akal pikiran, manusia bisa mengetahui segala sesuatu dalam hidupnya. Puncaknya, kesadaran tersebut sudah seharusnya men- dorong rasa bersyukur yang teramat besar kepada yang telah berkuasa memberikan itu semua. Oleh karena itu, pada akhir ayat, Allah Swt. menegaskan bahwa itu semua diberikan kepada manusia agar manusia mau bersyukur kepada-Nya. Rasa syukur itu kemudian harus diwujudkan dengan pengakuan, ketundukan, ketaatan, kepatuhan yang diekspresikan dalam bentuk keimanan dan direalisasikan dalam bentuk beribadah kepada-Nya. Dia-lah Allah Swt. Zat yang Maha Pencipta, zat Yang Maha Pemurah, zat yang Maha Kuasa, zat yang Maha Besar dan zat yang berhak disembah oleh sekalian makhluk.
3. QS al-Baqarah: 30 -32
Artinya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" (30). Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar! (31). Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (32).
Kandungan Ayat
Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa sebelum Allah SWT menciptakan manusia pertama yakni Adam a.s, Allah telah menyampaikan niatnya tersebut kepada malaikat. Diilustrasikan dalam ayat tersebut, terjadi dialog antara Allah Swt. dengan malaikat. Allah Swt. menyampaikan kepada para malaikat bahwa Allah Swt. hendak menjadikan khalifah di muka bumi.
Mungkin kalian bertanya-tanya apa sih khalifah itu ? siapa si khalifah itu ?
Dalam pembahasan berikut ini kita akan mengetahui apa yang dimaksud dengan khalifah dan siapa khalifah itu.
Khalifah berarti pengganti, yang menggantikan atau yang datang sesudah siapa yang datang. Ulama’ ada yang mengartikan bahwa khalifah ialah yang menggantikan Allah Swt. dalam menegakkan hukum-hukum-Nya di muka bumi. Allah Swt. menunjuk manusia sebagai khalifah merupakan penghormatan kepadanya karena kelebihannya dibandingkan makhluk selain manusia, tidak terkecuali malaikat. Dengan menunjuk manusia sebagai khalifah, Allah Swt. juga bermaksud mengujinya sejauh mana manusia bisa melaksanakan amanah sebagai khalifah Allah Swt. di muka bumi.
Ketika Allah Swt. menyampaikan rencana tersebut, malaikat mengatakan ”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Bila dikaji dengan baik, pernyataan malaikat tersebut bukan pertanda keberatan atas rencana Allah Swt. tersebut.
Perlu diingat bahwa malaikat adalah makhluk yang sangat taat dan patuh terhadap Allah Swt., tidak mungkin malaikat menentang dan mendurhakai- Nya, termasuk terhadap rencana menjadikan khalifah di muka bumi ini. Namun demikian, pertanyaan malaikat tersebut dapat diasumsikan beberapa hal.
Pertama, bisa jadi hal itu berdasarkan pengalaman mereka sebelum terciptanya manusia dimana ada makhluk yang berlaku merusak dan menumpahkan darah. Kedua, atau bisa juga malaikat menduga bahwa karena yang akan ditugaskan menjadi khalifah bukan malaikat, maka tentunya makhluk ini berbeda dengan mereka yang senan-tiasa bertasbih dan memuji Allah Swt. Ketiga, bisa juga karena dari penamaan Allah Swt. terhadap makhluk yang akan diciptakan dengan sebutan khalifah. Kata khalifah ini mengisyaratkan pelerai perselisihan dan penegak hukum, sehingga dengan demikian pasti ada diantara mereka yang berbuat kerusakan, perselisihan dan pertumpahan darah. Wallahu a’lam. Tetapi, apapun latar belakang pertanyaan malaikat tersebut, yang pasti malaikat hanya bertanya kepada Allah Swt. bukan menunjukkan keberatan terhadap rencana Allah Swt.
Kemudian dalam ayat tersebut, diketahui bahwa pertanyaan malaikat itu dijawab singkat oleh Allah Swt ”Sesungguhnya Aku (Allah) mengetahui apa yang kamu tidak ketahui”. Jawaban Allah Swt. tersebut juga diperkuat bahwa manusia memang layak ditugasi sebagai khalifah di muka bumi karena kelebihan manusia jika dibandingkan makhluk lain termasuk malaikat. Kelebihan yang sangat nyata adalah kelengkapan unsur penciptaan manusia, yaitu jasad fisik, ruh termasuk di dalamnya nafsu, dan yang terpenting kelebihan akal pikiran yang dikaruniakan Allah Swt. kepada manusia.
Dalam ayat selanjutnya, ayat 31-32, Allah Swt. menyatakan kelebihan manusia dibandingkan makhluk lainnya.
4. QS Adz - Dzariyat [51]: 56
Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Q.S Adz-Dzariyat:56)
Kandungan Ayat
Allah menegaskan dalam QS. Adz?-Dzariyat ayat 56 bahwa tujuan diciptakannya jin dan manusia tidak lain adalah untuk beribadah kepada-Nya. Beribadah dalam arti menyembah, mengabdi, menghamba, tunduk, tata dan patuh terhadap segala yang dikehendaki-Nya. Ketundukan, ketaatan dan kepatuhan dalam kerangka ibadah tersebut harus menyeluruh dan total, baik lahir maupun batin. Tujuan ibadah adalah untuk mencari ridha Allah Swt.
Secara garis besar,ibadah dapat dibedakan menjadi dua
Ibadah mahdah yaitu ibadah yang telah ditetapkan ketentuan pelaksanaannya, seperti: shalat, puasa, zakat dan haji, dll.
Ibadah ghairu mahdah yaitu ibadah yang belum ditetapkan ketentuan secara khusus dalam pelaksanaannya, contohnya ibadah melalui menyantuni fakir miskin, berbuat baik, dan hal-hal lain dalam bentuk mu’amalah.
Ibadah merupakan bukti rasa syukur manusia kepada Allah Swt. yang telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk dan yang dengan kemurahan- Nya Allah Swt. memberikan fasilitas hidup. Sikap tersebut sudah seharusnya dimiliki oleh setiap manusia, apabila manusia mempunyai kesadaran akan hak itu. Lain halnya apabila manusia tidak mempunyai kesadaran untuk mensyukuri segala yang telah diberikan oleh Allah Swt., maka ia akan menjadi manusia yang tidak mau tunduk, tidak mau taat dan mengingkari Allah Swt. dengan tidak mau beribadah kepada-Nya.
Dalam sebuah hadis beliau bersabda :
"Aku mendengar Al Mughirah ra. berkata; “Ketika Nabi saw. bangun untuk mendirikan shalat (malam) hingga tampak bengkak pada kaki atau betis, Beliau dimintai keterangan tentangnya. Maka Beliau menjawab: “Apakah memang tidak sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur?” (HR.Bukhari)
Sebelum menerapkan perilaku sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi, apa yang sebaiknya kita lakukan terlebih dahulu ?
Nah, hal yang pertama dan paling utama yaitu kita harus membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari, baru setelah itu kita mnejalankan tugas kita sebagai hamba Allah dan Khalifah di bumi.
Lalu, perilaku seperti apa yang sepantasnya kita lakukan ?
2. Senatiasa mengakui kemahakuasaan Allah Swt. yang telah menjadikan kita dari sesuatu yang hina tersebut.
3. Senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. yang telah menjadikan kita sebaik- baik bentuk
2. Selalu bersyukur kepada Allah Swt. atas kenikmatan yang telah diberikan kepada kita berupa pendengaran, penglihatan, dan hati nurani.
2. Senantiasa menerima dengan lapang dada kelebihan yang lain atas dirinya.
2. Senantiasa mensyukuri segala nikmat yang Allah Swt. berikan kepada kita yang dimanifestasikan dengan beribadah kepada-Nya.
Tugas / Latihan
A. Pilihan Ganda
Berilah tanda silang pada huruf A, B, C, D, atau E pada jawaban yang anda anggap benar !
1. Berdasarkan surat Al-Mu'minun ayar 12-14 manusia diciptakan dari ...
a. Api b. Udara c. Cahaya d. Tumbuhan e. Saripati tanah
2. Mudhghoh termasuk tahapan penciptaan manusia yang artinya ...
a. Rahim d. Tulang atau rangka
b. Segumpal darah e. Daging hancur yang sudah dikunyah
c. Segumpal daging
3. Arti kata addimaa dalam surat AL-Baqarah ayat 30 adalah ...
a. Tulang rusuk b. Janin c. Darah d. Daging e. Kulit
4. Tujuan Allah menciptakan jin dan manusia adalah ...
a. Mencari rezeki d. Mencari kebahagiaan di dunia
b. Beribadah kepada Allah swt. e. Mencari kebahagiaan di akhirat
c. Mencari karunia Allah swt.
5. Dalam surah Al-Baqarah ayat 30 dijelaskan bahw Allah swt, menunjuk Manusia Sebagai ... di muka bumi ini.
a. Pemimpin b. Khalifah c. Perusah d. Pembantu e. Pendusta
6. Yang menduga bahwa manusia memiliki sifat-sifat buruk yang tidak layak disandang
sebagai seorang khalifah karena manusia takut akan merusak bumi adalah ...
a. Malaikat b. Jin c. Manusia d. Allah e. Rasul
7. Allah swt, memberikan ruh kepada janin yang ada di dalam kandungan seorang calon ibu ketika janin berusia .... hari.
a. 30 b. 16 c. 50 d. 70 e. 120
8. Kekhawatiran malaikat bahwa manusia akan berbuat kerusakan di muka bumi menjadi hilang setelah mendapat penjelasan dari ...
a. Al-Quran b. Hadis c. Ijtihad d. Ijmak e. Allah swt.
9. Firman Allah swt, yang menjelaskan bahwa Allah swt, menciptakan jin dan manusia hanyalah unutuk ibadah semata kepada Allah. Hal tersebut tercantum dalam surat ...
a. Al Fatihah '4 c. Al Baqarah '30 e. Az Zariyat '56
b. Al Mulk '1 d. Al Hajj '45
10. Salah satu tahapan penciptaan manusia adalah alaqah yang berarti ...
a. Gumpalan darah c. Tulang dan rangka e. Saripati tanah
b. Gumpalan daging d. Rahim
B. Uraian
1. Jelaskan proses penciptan manusia berdasarkan QS. Al-Mu’minun: 12 -14!
2. Sebutkan beberapa kenikmatan yang diberikan oleh Allah Swt. sebagaimana dalam QS. Al-Nah.l: 78!
3. Jelaskan yang harus kita lakukan menyikapi berbagai kenikmatan yang Allah Swt. berikan sebagaimana tersurat dalam QS. Al-Nah.l: 78!
4. Jelaskan maksud khalifah sebagaimana yang dimaksud dalam QS al- Baqarah:30-32!
5. Jelaskan pengertian ibadah dan tujuannya!
C. Tes Mandiri
Setelah kalian mempelajari tentang manusia dan tugasnya sebagai hamba Allah Swt. dan khalifah di bumi, amatilah perilaku-perilaku yang mencerminkan orang yang menghambakan diri kepada Allah Swt. dan sebagai khalifah di lingkungan madrasah dan di tempat tinggalmu!
Perilaku yang diamati
Tanggapanmu?
D. Kunci Jawaban
a. Pilihan Ganda
1.E 6. A
2.B 7. E
3.C 8. E
4.B 9. E
5.B 10.A
b. Uraian
1. Saripati tanah menjadi nuthfah lalu menjadi ’alaqah (segumpal darah) kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) setelah itu menjadi Tulang-belulang yang terbungkus daging dan akhirnya menjadi anak manusia. Perubahan tersebut terjadi setiap 40 hari sekali.
2. Allah Swt. yang telah memberikan pendengaran, penglihatan dan hati/akal pikiran, manusia bisa mengetahui segala sesuatu dalam hidupnya Allah Swt. menegaskan bahwakenikmatan itu diberikan kepada manusia agar manusia mau bersyukur kepada-Nya.
3. Yang harus kita lakukan yaitu bersyukur. Rasa syukur dapat diwujudkan dengan pengakuan, ketundukan, ketaatan, kepatuhan yang diekspresikan dalam bentuk keimanan dan direalisasikan dalam bentuk beribadah kepada-Nya.
4. Khalifah berarti pengganti, yang menggantikan atau yang datang sesudah siapa yang datang. Ulama’ ada yang mengartikan bahwa khalifah ialah yang menggantikan Allah Swt. dalam menegakkan hukum-hukum-Nya di muka bumi. Dalam ayat tersebut, yang dimaksud khalifah yaitu manusia.
5. Beribadah yaitu menyembah, mengabdi, menghamba, tunduk, tata dan patuh terhadap segala yang dikehendaki-Nya. Ketundukan, ketaatan dan kepatuhan dalam kerangka ibadah tersebut harus menyeluruh dan total, baik lahir maupun batin. Tujuan ibadah adalah untuk mencari ridha Allah Swt.
Tindak Lanjut
Setelah anda selesai mengerjakan soal dan telah mencocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui tingkat penguasaan anda dengan cara menilai/ memberi skor pada hasil pekerjaan anda.
Rumus :
Jumlah Benar
Skor = x 10
3
Jika nilai anda :
100 : Sangat Baik
>75 : Baik
<75 : Kurang Baik
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Agama. 2014. Qur’an Hadis. Jakarta : Kementerian Agama
http://faridarohmawati.wordpress.com
http://indo-jubali.blogspot.com
(KI1) : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
(KI2) : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
(KI3) : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
(KI4) : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar
Dengan mempelajari modul ini, anda dapat menjelaskan dan memahami ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai hamba Allah dan Khalifah di bumi pada Q.S Al-Mukminuun : 12-14 ; Q.S An-Nahl : 78 ; Q.S Al-Baqarah : 30-32 ; dan Q.S Adz-Dzaariyat : 56
C. Indikator
Setelah membaca kompetensi dasar, pada modul ini anda akan mendapatkan penjelasan dan pemahaman tentang :
1. Memahami kandungan Q.S Al-Mukminuun : 12-14
2. Memahami kandungan Q.S An-Nahl : 78
3. Memahami kandungan Q.S Al-Baqarah : 30-32
4. Memahami kandungan Q.S Adz-Dzaariyat : 56
5. Contoh Perilaku manusai yang mengamalkan dalil diatas
D. Materi Pokok
Dalam bab ini, kita akan mempelajari tentang manusia dan tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi memalui pemahaman tentang :
1. Kandungan Q.S Al-Mukminuun : 12-14
2. Kandungan Q.S An-Nahl : 78
3. Kandungan Q.S Al-Baqarah : 30-32
4. Kandungan Q.S Adz-Dzaariyat : 56
5. Contoh perilaku manusia yang mengamalkan dalil diatas.
E. Uraian Materi
Tahukah kamu bagaimana proses penciptaan manusia?
Ditinjau dari segi prosesnya, penciptaan manusia merupakan serangkaian proses yang sangat unik dan menakjubkan. Hal itu menunjukkan bahwa Allah Swt. adalah zat yang Maha Besar dan Maha Kuasa. Allah Swt. adalah zat yang Maha Pencipta. Dan tidak ada yang dapat menandingi cip- taan-Nya.
Sebagai makhluk paling mulia dan paling sempurna, manusia berbeda dengan makhluk Allah Swt. yang lain. Manusia mengemban misi atau tugas yang sudah dikehendaki oleh Allah Swt., sang Pencipta. Salah satu misi utamanya adalah dipilihnya manusia untuk menjadi khalifatullah fil-ardi. Untuk memahaminya lebih mendalam, marilah kita cermati beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan proses penciptaan manusia, proses manusia setelah dilahirkan, tugas dan tujuan manusia diciptakan.
Amati gambar dibawah ini, dan renungkanlah !
Lalu apakah kamu tahu tugas manusia di bumi seperti apa ?
Pernahkah kamu membaca ayat Al-Qur’an tentang tugas manusia di bumi ? Jika pernah, maka kamu sudah tahu apa tugas manusia di bumi. Tugas manusia di bumi yaitu sebagai hamba Allah dan khalifah sesuai dengan ayat yang akan kita pelajari di bawah ini.
1. Surat Al- Mukminun 12-14
Artinya : :Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan dag- ing. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. “ (QS. al-Mu’minun : 12-14)
Kandungan Ayat
QS. al-Mu’minun ini menerangkan tentang proses penciptaan manusia yang sangat unik.
Pada ayat 12 Menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari sari pati tanah
Pada ayat 13 Sari pati tanah berubah menjadi nuthfah (air mani Sperma/Ovum)
Pada ayat 14 Di dalam rahim seorang wanita, nuthfah ’alaqah (segumpal darah) mudghah (segumpal daging) Tulang-belulang yang terbungkus daging anak manusia. Perubahan tersebut terjadi setiap 40 hari sekali.
"Dari Anas bin Malik dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menugaskan satu Malaikat dalam rahim seseorang. Malaikat itu berkata, ‘Ya Rabb, (sekarang baru) sperma. Ya Rabb, segumpal darah!, Ya Rabb, segumpal daging! ‘ Maka apabila Allah berkehendak menetapkan ciptaan-Nya, Malaikat itu bertanya, ‘Apakah laki-laki atau wanita, celaka atau bahagia, bagaimana dengan rizki dan ajalnya? ‘ Maka ditetapkanlah ketentuan takdirnya selagi berada dalam perut ibunya.” (HR. Bukhari)
2. QS al-Nahl :78
Artinya : "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengeta- hui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur." ( QS. An-Nahl: 78)
Kandungan Ayat
Ayat ini masih erat hubungannya dengan Q.S Al-Mukminun ayat 12-14. Pada ayat ini, Allah Swt. menegaskan bahwa ketika seorang anak lahir ke dunia, mereka dalam keadaan tidak tahu apa- apa. Dengan kekuasaan dan kasih sayang-Nya, Allah Swt. membekalinya dengan atribut pelengkap yang nantinya dapat berfungsi untuk mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya tidak pernah diketahui. Atribut-atribut tersebut berupa tiga unsur penting dalam proses pembelajaran bagi manusia, yakni: pendengaran, penglihatan dan hati/akal pikiran.
Yang menarik untuk ditelaah, bahwa ternyata pendengaran adalah unsur penting yang pertama kali digunakan bagi orang yang belajar guna memahami segala sesuatu. Menurut sebuah teori penemuan modern, bayi yang masih dalam kandungan bisa menangkap pesan yang disampaikan dari luar dan ia sangat peka. Maka ada ahli yang menyarankan agar anak nantinya berkembang dengan kecerdasan tinggi dan kehalusan budi, hendaknya selama di dalam kandungan ia sering diperdengarkan musik klasik dan irama-irama yang lembut. Atau kalau dalam konteks Islam, hendaknya bayi dalam kandungan sering diperdengarkan ayat-ayat suci al-Qur’an, kalimah-kalimah tayyibah. Karena diyakini bahwa sang bayi dapat menangkap pesan menlalui pendengaran itu.
Dalam proses memahami dan mempelajari segala sesuatu, manusia menangkapnya dengan pendengaran, diperkuat dengan penglihatan dan akhirnya disimpan dalam hati sebagai ilmu pengetahuan.
Akhirnya setelah manusia menyadari bahwa dahulu ketika lahir tidak satupun yang bisa diketahui, kemudian atas kemurahan Allah Swt. yang telah memberikan pendengaran, penglihatan dan hati/akal pikiran, manusia bisa mengetahui segala sesuatu dalam hidupnya. Puncaknya, kesadaran tersebut sudah seharusnya men- dorong rasa bersyukur yang teramat besar kepada yang telah berkuasa memberikan itu semua. Oleh karena itu, pada akhir ayat, Allah Swt. menegaskan bahwa itu semua diberikan kepada manusia agar manusia mau bersyukur kepada-Nya. Rasa syukur itu kemudian harus diwujudkan dengan pengakuan, ketundukan, ketaatan, kepatuhan yang diekspresikan dalam bentuk keimanan dan direalisasikan dalam bentuk beribadah kepada-Nya. Dia-lah Allah Swt. Zat yang Maha Pencipta, zat Yang Maha Pemurah, zat yang Maha Kuasa, zat yang Maha Besar dan zat yang berhak disembah oleh sekalian makhluk.
3. QS al-Baqarah: 30 -32
Artinya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" (30). Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar! (31). Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (32).
Kandungan Ayat
Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa sebelum Allah SWT menciptakan manusia pertama yakni Adam a.s, Allah telah menyampaikan niatnya tersebut kepada malaikat. Diilustrasikan dalam ayat tersebut, terjadi dialog antara Allah Swt. dengan malaikat. Allah Swt. menyampaikan kepada para malaikat bahwa Allah Swt. hendak menjadikan khalifah di muka bumi.
Mungkin kalian bertanya-tanya apa sih khalifah itu ? siapa si khalifah itu ?
Dalam pembahasan berikut ini kita akan mengetahui apa yang dimaksud dengan khalifah dan siapa khalifah itu.
Khalifah berarti pengganti, yang menggantikan atau yang datang sesudah siapa yang datang. Ulama’ ada yang mengartikan bahwa khalifah ialah yang menggantikan Allah Swt. dalam menegakkan hukum-hukum-Nya di muka bumi. Allah Swt. menunjuk manusia sebagai khalifah merupakan penghormatan kepadanya karena kelebihannya dibandingkan makhluk selain manusia, tidak terkecuali malaikat. Dengan menunjuk manusia sebagai khalifah, Allah Swt. juga bermaksud mengujinya sejauh mana manusia bisa melaksanakan amanah sebagai khalifah Allah Swt. di muka bumi.
Ketika Allah Swt. menyampaikan rencana tersebut, malaikat mengatakan ”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Bila dikaji dengan baik, pernyataan malaikat tersebut bukan pertanda keberatan atas rencana Allah Swt. tersebut.
Perlu diingat bahwa malaikat adalah makhluk yang sangat taat dan patuh terhadap Allah Swt., tidak mungkin malaikat menentang dan mendurhakai- Nya, termasuk terhadap rencana menjadikan khalifah di muka bumi ini. Namun demikian, pertanyaan malaikat tersebut dapat diasumsikan beberapa hal.
Pertama, bisa jadi hal itu berdasarkan pengalaman mereka sebelum terciptanya manusia dimana ada makhluk yang berlaku merusak dan menumpahkan darah. Kedua, atau bisa juga malaikat menduga bahwa karena yang akan ditugaskan menjadi khalifah bukan malaikat, maka tentunya makhluk ini berbeda dengan mereka yang senan-tiasa bertasbih dan memuji Allah Swt. Ketiga, bisa juga karena dari penamaan Allah Swt. terhadap makhluk yang akan diciptakan dengan sebutan khalifah. Kata khalifah ini mengisyaratkan pelerai perselisihan dan penegak hukum, sehingga dengan demikian pasti ada diantara mereka yang berbuat kerusakan, perselisihan dan pertumpahan darah. Wallahu a’lam. Tetapi, apapun latar belakang pertanyaan malaikat tersebut, yang pasti malaikat hanya bertanya kepada Allah Swt. bukan menunjukkan keberatan terhadap rencana Allah Swt.
Kemudian dalam ayat tersebut, diketahui bahwa pertanyaan malaikat itu dijawab singkat oleh Allah Swt ”Sesungguhnya Aku (Allah) mengetahui apa yang kamu tidak ketahui”. Jawaban Allah Swt. tersebut juga diperkuat bahwa manusia memang layak ditugasi sebagai khalifah di muka bumi karena kelebihan manusia jika dibandingkan makhluk lain termasuk malaikat. Kelebihan yang sangat nyata adalah kelengkapan unsur penciptaan manusia, yaitu jasad fisik, ruh termasuk di dalamnya nafsu, dan yang terpenting kelebihan akal pikiran yang dikaruniakan Allah Swt. kepada manusia.
Dalam ayat selanjutnya, ayat 31-32, Allah Swt. menyatakan kelebihan manusia dibandingkan makhluk lainnya.
4. QS Adz - Dzariyat [51]: 56
Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Q.S Adz-Dzariyat:56)
Kandungan Ayat
Allah menegaskan dalam QS. Adz?-Dzariyat ayat 56 bahwa tujuan diciptakannya jin dan manusia tidak lain adalah untuk beribadah kepada-Nya. Beribadah dalam arti menyembah, mengabdi, menghamba, tunduk, tata dan patuh terhadap segala yang dikehendaki-Nya. Ketundukan, ketaatan dan kepatuhan dalam kerangka ibadah tersebut harus menyeluruh dan total, baik lahir maupun batin. Tujuan ibadah adalah untuk mencari ridha Allah Swt.
Secara garis besar,ibadah dapat dibedakan menjadi dua
Ibadah mahdah yaitu ibadah yang telah ditetapkan ketentuan pelaksanaannya, seperti: shalat, puasa, zakat dan haji, dll.
Ibadah ghairu mahdah yaitu ibadah yang belum ditetapkan ketentuan secara khusus dalam pelaksanaannya, contohnya ibadah melalui menyantuni fakir miskin, berbuat baik, dan hal-hal lain dalam bentuk mu’amalah.
Ibadah merupakan bukti rasa syukur manusia kepada Allah Swt. yang telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk dan yang dengan kemurahan- Nya Allah Swt. memberikan fasilitas hidup. Sikap tersebut sudah seharusnya dimiliki oleh setiap manusia, apabila manusia mempunyai kesadaran akan hak itu. Lain halnya apabila manusia tidak mempunyai kesadaran untuk mensyukuri segala yang telah diberikan oleh Allah Swt., maka ia akan menjadi manusia yang tidak mau tunduk, tidak mau taat dan mengingkari Allah Swt. dengan tidak mau beribadah kepada-Nya.
Dalam sebuah hadis beliau bersabda :
"Aku mendengar Al Mughirah ra. berkata; “Ketika Nabi saw. bangun untuk mendirikan shalat (malam) hingga tampak bengkak pada kaki atau betis, Beliau dimintai keterangan tentangnya. Maka Beliau menjawab: “Apakah memang tidak sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur?” (HR.Bukhari)
Sebelum menerapkan perilaku sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi, apa yang sebaiknya kita lakukan terlebih dahulu ?
Nah, hal yang pertama dan paling utama yaitu kita harus membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari, baru setelah itu kita mnejalankan tugas kita sebagai hamba Allah dan Khalifah di bumi.
Lalu, perilaku seperti apa yang sepantasnya kita lakukan ?
- Sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai pengahayatan dan pengamalan QS al- Mu’minun:12-14 sebagai berikut:
2. Senatiasa mengakui kemahakuasaan Allah Swt. yang telah menjadikan kita dari sesuatu yang hina tersebut.
3. Senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. yang telah menjadikan kita sebaik- baik bentuk
- Sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai pengahayatan dan pengamalan QS al-Nahl :78 sebagai berikut:
2. Selalu bersyukur kepada Allah Swt. atas kenikmatan yang telah diberikan kepada kita berupa pendengaran, penglihatan, dan hati nurani.
- Sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai pengahayatan dan pengamalan QS al-Baqarah:30-32 sebagai berikut:
2. Senantiasa menerima dengan lapang dada kelebihan yang lain atas dirinya.
- Sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai pengahayatan dan pengamalan QS Adz-Dzariy?t : 56 sebagai berikut:
2. Senantiasa mensyukuri segala nikmat yang Allah Swt. berikan kepada kita yang dimanifestasikan dengan beribadah kepada-Nya.
Tugas / Latihan
A. Pilihan Ganda
Berilah tanda silang pada huruf A, B, C, D, atau E pada jawaban yang anda anggap benar !
1. Berdasarkan surat Al-Mu'minun ayar 12-14 manusia diciptakan dari ...
a. Api b. Udara c. Cahaya d. Tumbuhan e. Saripati tanah
2. Mudhghoh termasuk tahapan penciptaan manusia yang artinya ...
a. Rahim d. Tulang atau rangka
b. Segumpal darah e. Daging hancur yang sudah dikunyah
c. Segumpal daging
3. Arti kata addimaa dalam surat AL-Baqarah ayat 30 adalah ...
a. Tulang rusuk b. Janin c. Darah d. Daging e. Kulit
4. Tujuan Allah menciptakan jin dan manusia adalah ...
a. Mencari rezeki d. Mencari kebahagiaan di dunia
b. Beribadah kepada Allah swt. e. Mencari kebahagiaan di akhirat
c. Mencari karunia Allah swt.
5. Dalam surah Al-Baqarah ayat 30 dijelaskan bahw Allah swt, menunjuk Manusia Sebagai ... di muka bumi ini.
a. Pemimpin b. Khalifah c. Perusah d. Pembantu e. Pendusta
6. Yang menduga bahwa manusia memiliki sifat-sifat buruk yang tidak layak disandang
sebagai seorang khalifah karena manusia takut akan merusak bumi adalah ...
a. Malaikat b. Jin c. Manusia d. Allah e. Rasul
7. Allah swt, memberikan ruh kepada janin yang ada di dalam kandungan seorang calon ibu ketika janin berusia .... hari.
a. 30 b. 16 c. 50 d. 70 e. 120
8. Kekhawatiran malaikat bahwa manusia akan berbuat kerusakan di muka bumi menjadi hilang setelah mendapat penjelasan dari ...
a. Al-Quran b. Hadis c. Ijtihad d. Ijmak e. Allah swt.
9. Firman Allah swt, yang menjelaskan bahwa Allah swt, menciptakan jin dan manusia hanyalah unutuk ibadah semata kepada Allah. Hal tersebut tercantum dalam surat ...
a. Al Fatihah '4 c. Al Baqarah '30 e. Az Zariyat '56
b. Al Mulk '1 d. Al Hajj '45
10. Salah satu tahapan penciptaan manusia adalah alaqah yang berarti ...
a. Gumpalan darah c. Tulang dan rangka e. Saripati tanah
b. Gumpalan daging d. Rahim
B. Uraian
1. Jelaskan proses penciptan manusia berdasarkan QS. Al-Mu’minun: 12 -14!
2. Sebutkan beberapa kenikmatan yang diberikan oleh Allah Swt. sebagaimana dalam QS. Al-Nah.l: 78!
3. Jelaskan yang harus kita lakukan menyikapi berbagai kenikmatan yang Allah Swt. berikan sebagaimana tersurat dalam QS. Al-Nah.l: 78!
4. Jelaskan maksud khalifah sebagaimana yang dimaksud dalam QS al- Baqarah:30-32!
5. Jelaskan pengertian ibadah dan tujuannya!
C. Tes Mandiri
Setelah kalian mempelajari tentang manusia dan tugasnya sebagai hamba Allah Swt. dan khalifah di bumi, amatilah perilaku-perilaku yang mencerminkan orang yang menghambakan diri kepada Allah Swt. dan sebagai khalifah di lingkungan madrasah dan di tempat tinggalmu!
Perilaku yang diamati
Tanggapanmu?
D. Kunci Jawaban
a. Pilihan Ganda
1.E 6. A
2.B 7. E
3.C 8. E
4.B 9. E
5.B 10.A
b. Uraian
1. Saripati tanah menjadi nuthfah lalu menjadi ’alaqah (segumpal darah) kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) setelah itu menjadi Tulang-belulang yang terbungkus daging dan akhirnya menjadi anak manusia. Perubahan tersebut terjadi setiap 40 hari sekali.
2. Allah Swt. yang telah memberikan pendengaran, penglihatan dan hati/akal pikiran, manusia bisa mengetahui segala sesuatu dalam hidupnya Allah Swt. menegaskan bahwakenikmatan itu diberikan kepada manusia agar manusia mau bersyukur kepada-Nya.
3. Yang harus kita lakukan yaitu bersyukur. Rasa syukur dapat diwujudkan dengan pengakuan, ketundukan, ketaatan, kepatuhan yang diekspresikan dalam bentuk keimanan dan direalisasikan dalam bentuk beribadah kepada-Nya.
4. Khalifah berarti pengganti, yang menggantikan atau yang datang sesudah siapa yang datang. Ulama’ ada yang mengartikan bahwa khalifah ialah yang menggantikan Allah Swt. dalam menegakkan hukum-hukum-Nya di muka bumi. Dalam ayat tersebut, yang dimaksud khalifah yaitu manusia.
5. Beribadah yaitu menyembah, mengabdi, menghamba, tunduk, tata dan patuh terhadap segala yang dikehendaki-Nya. Ketundukan, ketaatan dan kepatuhan dalam kerangka ibadah tersebut harus menyeluruh dan total, baik lahir maupun batin. Tujuan ibadah adalah untuk mencari ridha Allah Swt.
Tindak Lanjut
Setelah anda selesai mengerjakan soal dan telah mencocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui tingkat penguasaan anda dengan cara menilai/ memberi skor pada hasil pekerjaan anda.
Rumus :
Jumlah Benar
Skor = x 10
3
Jika nilai anda :
100 : Sangat Baik
>75 : Baik
<75 : Kurang Baik
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Agama. 2014. Qur’an Hadis. Jakarta : Kementerian Agama
http://faridarohmawati.wordpress.com
http://indo-jubali.blogspot.com
Lembar Kerja Siswa (LKS)
LKS (Lembar Kerja Siswa)
Mata Pelajaran : Qur’an HaditsKelas : X
Materi : Manusia Sebagai Hamba Allah dan Khalifah di Bumi
Kompetensi Inti :
Memahami pengetahuan ( fakual, konseptual, dan procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
Kompetensi Dasar :
Memahami ayat-ayat Al-Quran tentang manusia dan tugasnya sebagai hamba Allah dan Khalifah dibumi pada QS. Al Mukminun 12-14, QS. An-Nahl 78, QS. Al-Baqarah 30-32, dan QS. Adz-Dzaariyat 56.
Indikator :
1. Menjelaskan kandungan QS. Al Mukminun 12-14, QS. An-Nahl 78, QS. Al-Baqarah 30-32, dan QS. Adz-Dzaariyat 56.
2. Menunjukan contoh perilaku khalifah sesuai dengan QS. An-Nahl 78, QS. Al-Baqarah 30-32, dan QS. Adz-Dzaariyat 56
Tugas :
1. Mari kita renungkan …!
Di sebuah kota yang ramai dan padat penduduk,hiduplah sekelompok laki-laki yang sedang merenung di rumah yang mereka tinggali bersama. Laki-laki itu berjumlah 3 orang. Mereka sedang duduk di depan rumah sambil memikirkan nasib mereka yang kian hari kian memburuk. Mereka tidak mempunyai pekerjaan yang dapat membuat hidup mereka lebih baik. Mereka telah berusaha mencari kesana kemari tapi belum dapat juga. Pada suatu hari, salah seorang dari sekelompok laki-laki itu sedang berjalan-jalan di kota. Karena tiba-tiba hujan turun, dia berteduh di sebuah emperan toko. Pada waktu itu, banyak orang yang juga berteduh disana. Saat sedang duduk dan menunggu hujan reda, dia mendengar percakapan 2 orang yang berada di sampingnya. Mereka sedang membicarakan tentang lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan ekspor import. Laki-laki itu mendengarkan dengan seksama. Sesampainya di rumah, dia menceritakan apa yang di dengarnya kepada teman-temannya. Kemudian mereka semua berniat datang ke perusahaan tersebut untuk mengambil lowongan pekerjaan tersebut. Sesampainya di sana, mereka bertemu dengan pihak perusahaan untuk melakukan wawancara. Beruntungnya, mereka bertiga memenuhi kriteria dan lolos wawancara. Mereka dapat bergabung dengan perusahaan dan mendapat gaji besar. Kemudian pihak perusahaan menjelaskan tugas mereka, yaitu mereka sebagai pengawas ekspor-impor kayu dari hutan Kalimantan ke china, yang mana ekspor-impor tersebut dapat merusak hutan. Bagaimana pendapatmu terkait cerita di atas, apa yang sebaiknya dilakukan ketiga laki-laki tersebut ?
2. Ayo Menelaah Buku ...!
a. Jelaskan isi kandungan Q.S Al-Mukminun 12-14
b. Berikan contoh perilaku yang mencerminkan manusia sebagai khalifah di bumi !
3. Ayo Berlatih ..!
Lengkapi ayat berikut, beri harakat, dan terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia ! (Q.S Adz-Dzariyaat:56)
4. Ayo Berdiskusi ..!
Diskusikan bersama temanmu hikmah manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. !
Review Ceramah Radio
Nama Radio : Redjo Buntung
Nama Ustad : Ust. Kuncoro
Nama Acara : Lentera Rohani
Jam Acara : 05.00-06.00 WIB
Tema : Istiqomah
dalam Q.S Al-Ahqaf : 13
Istiqomah yaitu tetap lurus dalam menjalankan perintah Allah dan terus menjauhi larangan Allah sesuai kemampuan. Istiqomah menurut Utsman yaitu ikhlas menjalankan karena Allah. Dalam menjalankan suatu perbuatan harus didasari dengan niat yang lurus dan karena Allah.Amal yang kecil bisa jadi besar karena niatnya, begitupun sebaliknya amal yang besar bisa jadi kecil karena niatnya kurang lurus. . . .
***Sesi Tanya Jawab
1. (Telp): Sholat tahajud hampir bertabrakan dengan subuh, sah atau tidak ? lalu bagaimana dengan sholat witir yang belum dikerjakan ? Jawaban : Sholat tahajud tetap sah. Sholat witir hanya sebagai penutup sholat wajib, bukan syarat sahnya sholat tahajud.
2. (WA) : kapan waktu mustajab untuk berdoa ? Jawaban : Setelah sholat fardhu, setelah sholat malam, hari jum'at terutama saat duduk diantara 2 khutbah, saat ramadhan, saat sedang teraniaya, saat hari arafah. . . .
### Pendapat terkait acara
Menurut saya, acara ini sangat bagus untuk di dengarkan. Kita dapat mengetahui kajian-kajian tentang keagamaan, memperoleh informasi baru, atau mengingat kembali apa yang sudah pernah kita pelajari. Acara ini juga membuka sesi tanya jawab di luar materi yang disampaikan. Pendengar bisa bertanya lewat telp., sms, ataupun WA. Hanya saja menurut saya pemaparan materi oleh ustad terasa sangat singkat dan hanya sebentar, sehingga yang disampaikan belum begitu mendalam. mungkin karena keterbatasan waktu yang hanya satu jam.
Dalam sesi pertanyaan pun juga hanya sebentar dan hanya sedikit yang dibacakan dari sekian banyak sms atau WA yang masuk. Namun dari semua itu acara ini sangat bagus untuk di dengarkan agar wawasan kita tentang ilmu agama dapat bertambah dan acara ini juga sangat cocok sebagai media pembelajaran PAI yang bersifat audio.
Nama Ustad : Ust. Kuncoro
Nama Acara : Lentera Rohani
Jam Acara : 05.00-06.00 WIB
Tema : Istiqomah
dalam Q.S Al-Ahqaf : 13
Istiqomah yaitu tetap lurus dalam menjalankan perintah Allah dan terus menjauhi larangan Allah sesuai kemampuan. Istiqomah menurut Utsman yaitu ikhlas menjalankan karena Allah. Dalam menjalankan suatu perbuatan harus didasari dengan niat yang lurus dan karena Allah.Amal yang kecil bisa jadi besar karena niatnya, begitupun sebaliknya amal yang besar bisa jadi kecil karena niatnya kurang lurus. . . .
***Sesi Tanya Jawab
1. (Telp): Sholat tahajud hampir bertabrakan dengan subuh, sah atau tidak ? lalu bagaimana dengan sholat witir yang belum dikerjakan ? Jawaban : Sholat tahajud tetap sah. Sholat witir hanya sebagai penutup sholat wajib, bukan syarat sahnya sholat tahajud.
2. (WA) : kapan waktu mustajab untuk berdoa ? Jawaban : Setelah sholat fardhu, setelah sholat malam, hari jum'at terutama saat duduk diantara 2 khutbah, saat ramadhan, saat sedang teraniaya, saat hari arafah. . . .
### Pendapat terkait acara
Menurut saya, acara ini sangat bagus untuk di dengarkan. Kita dapat mengetahui kajian-kajian tentang keagamaan, memperoleh informasi baru, atau mengingat kembali apa yang sudah pernah kita pelajari. Acara ini juga membuka sesi tanya jawab di luar materi yang disampaikan. Pendengar bisa bertanya lewat telp., sms, ataupun WA. Hanya saja menurut saya pemaparan materi oleh ustad terasa sangat singkat dan hanya sebentar, sehingga yang disampaikan belum begitu mendalam. mungkin karena keterbatasan waktu yang hanya satu jam.
Dalam sesi pertanyaan pun juga hanya sebentar dan hanya sedikit yang dibacakan dari sekian banyak sms atau WA yang masuk. Namun dari semua itu acara ini sangat bagus untuk di dengarkan agar wawasan kita tentang ilmu agama dapat bertambah dan acara ini juga sangat cocok sebagai media pembelajaran PAI yang bersifat audio.
Kamis, 08 Desember 2016
PENTINGNYA AKHLAK DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Saat ini, kita berada di tengah arus globalisasi, yaitu suatu sistem dimana batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit karena kemudahan dalam berhubungan antar manusia di seluruh dunia baik dalam pertukaran informasi, perdagangan, teknologi, pola hidup, dan berbagai hubungan yang lain. Globalisasi tidak hanya membawa kemudahan dan kenyamanan hidup bagi manusia modern, melainkan juga mengundang serentetan masalah dan kekhawatiran. Dampak postif dan negatif globalisasi dapat dilihat dari berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial, politik, budaya, pendidikan, dan masih banyak lagi.
Beberapa dampak globalisasi secara umum, yaitu:
A. Dampak Positif
1.Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan ekonomi sosial semakin meningkat karena mampu bersaing dalam pasar internasional.
2.Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan.
3.Berkembangnya pariwisata dan meningkatnya turis.
4.Transportasi yang semakin memudahkan kehidupan manusia.
5.Meningkatnya pembangunan Negara.
B. Dampak Negatif
1.Masuknya nilai-nilai barat ke Indonesia yang bertolak belakang dengan budaya bangsa baik melalui media elektronik, media cetak, maupun internet yang ditiru oleh masyarakat.
2.Timbulnya gaya hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaan.
3.Sikap individualisme yang semakin mendominasi kehidupan masyarakat.
4.Hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri.
Berdasarkan kondisi dan dampak tersebut, maka peran akhlak dalam kehidupan manusia sangat penting, yaitu sebagai penyaring hal-hal negatif yang dibawa oleh globalisasi. Dengan otoritas yang ada pada akhlakul karimah, seorang muslim akan berpegang teguh pada komitmen nilai yang telah ditetapkan oleh syara’. Komitmen nilai inilah yang dijadikan modal dasar pengembangan akhlak, sedangkan fondasi utama sejumlah komitmen nilai tersebut adalah akidah yang kokoh.
Akhlak pada hakikatnya merupakan manifestasi akidah. Akidah yang kokoh berkolerasi positif dengan akhlakul karimah . Kunci akhlak yang baik berasal dari hati yang bersih, dengan demikian akan menciptakan perbuatan yang terpuji. Sedangkan hati yang kotor akan menciptkan perbuatan tercela yang tidak hanya merugikan diri sendiri akan tetapi juga orang lain. Dengan demikian, memiliki akhlak yang baik sangat penting bagi setiap manusia agar memperoleh kehidupan yang baik, sejahtera, aman, dan nyaman, serta diridhoi oleh Allah SWT.
IKHLAS
Ikhlas. .
sebuah kata yang sangat mudah di ucapkan
setiap kita kehilangan sesuatu
kita harus ikhlas. .
setiap kita memberikan sesuatu
kita harus ikhlas. . .
setiap kita melakukan sesuatu
kita harus ikhlas. . .
Ikhlas memang sebuah kata yang sangat mudah di ucapkan. namun dalam menerapkannya sangat sulit.
ikhlas itu berasal dari niat.
niat itu berasal dari hati.
kalau hati tidak bisa merelakan, itu berarti tidak ikhlas.
sangat sulit memang untuk menerapkan ikhlas. .
karena ikhlas yang sebiji sawi pun butuh kerelaan yang seluas samudra . .
BUNGKER KALIADEM
Beberapa waktu yang lalu aku dan teman-temanku, yaitu salsa dan umi jalan-jalan ke bungker kaliadem. Tempatnya dekat dengan rumah mbah maridjan, hanya berjarak beberapa meter saja, tidak ada satu kilo. Untuk sampai ke bungker kaliadem, butuh waktu yang tidak sebentar. Kami pergi kesana naik sepeda motor. awalnya jalannya mulus walaupun nanjak, tapi setelah hampir sampai ke lokasi jalannya jelek dan rusak. saat memasuki kawasan wisata, kami harus memarkirkan motor kami. setelah itu, banyak orang yang menawarkan ojek untuk sampai ke tempat mbah maridjan. awalnya kami pingin naik motor sendiri, tapi tidak boleh karena harus pakai pemandu, dan kalau pakai pemandu berarti harus bayar. oleh karena itu, kami lalu memutuskan untuk berjalan kaki sampai ke rumah mbah maridjan. kata Umi jarak dari tempat parkir ke rumah mbah maridjan dekat, makanya kami percaya aja dan memutuskan untuk jalan kaki. tapi ternyata Astagfirullah........jauhh bangetttt......udah gitu jalannya nanjak tinggi banget.
setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan, akhirnya sampailah kami ke rumah mbah maridjan. disana ramai pengunjung, walaupun rumahnya udah nggak utuh dan cuma ada sisa-sisa runtuhannya aja. setelah itu kami foto-foto.
puas di rumah mbah maridjan, kami lalu mencari dimana letak bungker kaliadem. awalnya kami bingung karena itu pertama kalinya kami kesana dan nggak ada pemandu. lalu kami melihat ada orang-orang yang turun ke arah sungai dan kami mengikuti mereka. sungai yang kami lalui, udah nggak berbentuk sungai lagi karena sudah rata dengan daratan. lalu kami naik ke tanah yang lebih tinggi dan kami terus berjalan, sampai akhirnya kami menemukan bungker kaliadem.
beruntungnya kami karena waktu mau masuk bungker banyak rombongannya, jadi nggak begitu serem. di dalam bungker suasananya sangat gelap dan butuh senter. kami hanya sebentar di dalam bungker karena rombongan lain pada keluar dan kami bertiga takut kalau di dalam sendirian. setelah keluar, kami foto-foto disana.
sebenarnya kami masih ingin foto-foto, tapi sayangnya cuaca tidak mendukung. lalu kami memutuskan untuk turun.
ditengah perjalanan turun, hujannya sangat lebat dan kami pun berlari. sampai di parkiran, kami berteduh di musholla sambil menunggu waktu ashar. setelah hujan reda kami lalu pulang.
Langganan:
Komentar (Atom)


